Silahkan klik daerah yang anda inginkan untuk mengetahui waktu setempat

Rabu, 21 April 2010

Sesibuk apapun orangtua, Perhatian dan cinta kasih lah yang di HARAPKAN anak kita!!!

Ada cerita mengenai kisah seorang ibu sukses yang menyerahkan peramutan (perawatan) anaknya kepada baby sitter.
Berikut kisahnya
 Dewi adalah sahabat saya, ia adalah seorang mahasiswi yang berotak
cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap
dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik di bidang akademis
maupun profesi yang akan digelutinya. ''Why not to be the best?,''
begitu ucapan yang kerap kali terdengar dari mulutnya, mengutip ucapan
seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Kampus, mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht-Belanda, Dewi termasuk salah satunya.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dewi mendapat pendamping hidup yang
''selevel''; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. tak lama
berselang lahirlah Bayu, buah cinta mereka, anak pertamanya tersebut
lahir ketika Dewi diangkat manjadi staf diplomat, bertepatan dengan
suaminya meraih PhD. Maka lengkaplah sudah kebahagiaan mereka.

Ketika Bayu, berusia 6 bulan, kesibukan Dewi semakin menggila. Bak
seekor burung garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke
kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Sebagai seorang sahabat
setulusnya saya pernah bertanya padanya, "Tidakkah si Bayu masih
terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal oleh ibundanya ?"

Jumat, 05 Maret 2010

Cerita seorang ayah single parents

 Ini ada cerita dari seorang teman
Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering
 aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam
 surgawi, baik-baik sajakah?
 Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan seorang suami yang tidak
 mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya
 telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak
 saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya. Pada suatu
 hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke
 kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan
 untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan.
 Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku
 bergegas berangkat ke tempat kerja.
 Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras.
 Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja
 sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya
 langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat
 tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan,
 tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan
 hangat! Aku membuka selimut dan..... disanalah sumber 'masalah'nya ...
 sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan diseprai
 dan selimut!
 Oh...Tuhan!

Ayah, aku rindu main dengan mu

William adalah Manager di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Jhon, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur?” sapa William sambil mencium anaknya.
Biasanya, Jhon memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Jhon menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”
“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”

Sabtu, 27 Februari 2010

Flu terlama Puti menjelang 11 bulan

Kamis, 25 Fabruari 2010 lalu, Puti terserang flu. Untuk jenis penyakit ini memang kerap kali menyerang Puti, namun bisa segera di atasi dengan istirahat cukup dan banyak mimik, juga asupan makanan bergizi. namun saat ini sudah hari ketiga, flu ini masih ada bahkan flu kali ini menyerang hingga membuat Puti lemas dan lemah. Padahal sudah berobat dan minum obat dari dokter 2 hari yang lalu. Eyang Uti-nya Puti sudah ngoceh untuk segera membawa Puti berobat ke dokter lain, yang dulu pernah coba dan cocok, namun pertimbangan lokasi yang jauh dan mengingat kondisi Puti yang saat itu drop, jadi saya memutuskan untuk berobat di RS terdekat. Tapi saya kekeuh untuk menunggu hasil dari obat yang di berikan dokter pertama. Seminggu sudah, Puti belum juga membaik, kondisinya masih saja lemah dan lemas, dan obat dokter sudah hampir habis. 'cukup' begitu batin ku mengatakan 'Harus cari pengobatan lain'.

Selasa, 02 Februari 2010

Ceria tanpa sebab??

Hari ini berasa sangat ceria, entah kenapa... Padahal kemarin bebe abis dapet musibah, ada kecelakaan kecil, Rantai motor yang sedang dikendarainya putus di tengah jalan, sehingga mengharuskannyamendorong hingga bengkel terdekat. Dan bengkel terdekat yang di jumpai nya adalah dengan mendorong dan juga berjalan kaki selama 1 JAM perjalanan. Dan beruntung saat rantai motorny putus tidak ada luka yang mengkhawatirkan, yang tersisa hanya letih dan lelah yan sangat. Duh bebe.. hati-hati dong... Motorna dirawat dong Be... kan jadi gag repot kayak gini lagi jadinya.